Minggu, 15 Maret 2026

Consolink, Alat Uji Konsolidasi Tanah Otomatis Karya ITS

By Edu Asia News Desember 3, 2025
Proses integrasi sistem pembacaan dial otomatis yang dilakukan oleh Muhammad Ken Fajri Azka Arafah (kiri) dan Celvin Mico Rizki P. (Foto : Humas ITS)

Surabaya – Kolaborasi mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali melahirkan inovasi di bidang geoteknik. Tim dari Laboratorium Transportasi dan Geoteknik ITS berhasil mengembangkan Consolink, sistem pembacaan dial otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk uji konsolidasi tanah. Inovasi ini dirancang untuk mempermudah praktikum, meminimalkan kesalahan pencatatan manual, sekaligus menyediakan akses data secara real-time.
Consolink dikembangkan untuk menjawab kebutuhan modernisasi peralatan laboratorium, sekaligus membuka peluang integrasi fitur tambahan di masa depan. Kepala Laboratorium Transportasi dan Geoteknik ITS, Aan Fauzi ST MT, menyebutkan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi perangkat uji konvensional menuju sistem berbasis teknologi. “Kami ingin semua alat di lab bisa berkembang lebih canggih dan pastinya lebih efisien,” ujarnya.
Leader tim pengembang, Deris Faisa Ralindra ST MT, menjelaskan bahwa perangkat ini muncul dari masalah yang sudah bertahun-tahun dihadapi pada alat uji konsolidasi tanah manual. Pembacaan yang tidak stabil dan kebutuhan pencatatan di jam-jam tidak menentu menjadi keluhan utama. “Alat ini sangat membantu karena kita tidak perlu lagi datang ke laboratorium di tengah malam,” ungkapnya.
Selain masalah waktu, alat konsolidometer manual juga rentan mengalami gangguan teknis seperti jarum dial gauge yang tersendat dan harus diketuk untuk kembali bergerak. Pada versi digital, perangkat menggunakan sensor displacement yang terhubung dengan ESP32, menghasilkan pembacaan yang stabil dan akurat. “Dengan versi digital ini, tingkat keakuratannya lebih tinggi dan tidak perlu lagi menotok dial seperti metode lama,” jelas Deris.
Gagasan awal Consolink muncul dari pengalaman praktikum Handika Ardhi Nugraha, anggota tim pengembang dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS. Ia mengaku kesulitan membaca dial gauge secara manual pada malam hari, lalu mengusulkan sistem otomatis berbasis IoT. Kolaborasi pun diperluas dengan melibatkan rekan-rekan dari Departemen Teknik Elektro Otomasi ITS.
Dua di antaranya, Celvin Mico Rizki P dan Muhammad Ken Fajri Azka Arafah, merancang integrasi sensor, penyimpanan data, serta konektivitas menggunakan aplikasi Blynk. Sistem ini memungkinkan perekaman data otomatis pada interval tertentu yang langsung tersimpan di SD card serta dapat dipantau melalui smartphone maupun laptop. “Data bisa diambil setiap interval dan langsung muncul di Blynk, meski ada batasan pembulatan desimal,” ujar Mico.
Dari sisi pemanfaatan, kehadiran Consolink memberi dampak signifikan pada kegiatan praktikum dan riset mahasiswa. Tidak lagi diperlukan penjagaan laboratorium selama 24 jam karena seluruh data deformasi tanah terekam otomatis. “Kemudahan ini membantu mahasiswa dan teknisi, karena pembacaan berlangsung otomatis dan akurasinya lebih tinggi,” tambah Deris.
Laboratorium Transportasi dan Geoteknik ITS pun membuka peluang pemanfaatan alat ini oleh mitra eksternal. Penggunaan sistem otomatis dinilai dapat mempercepat layanan pengujian, meningkatkan konsistensi data, serta mengurangi beban teknisi. “Harusnya nanti dampaknya adalah proses pembacaan lebih cepat, akurat, dan teknisi lab tidak lagi terbebani pembacaan manual,” ujarnya.
Pengembangan Consolink juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan). Penerapan teknologi IoT dalam uji konsolidasi tanah diharapkan mampu memperkuat efisiensi riset, modernisasi infrastruktur laboratorium, dan mendukung pembangunan konstruksi yang lebih aman dan berkelanjutan. (*)

By Edu Asia News Desember 3, 2025
Ads Square