
Depok — Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) resmi memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai pusat layanan aksesibilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Peresmian dilakukan langsung oleh Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm., di Gedung Merce, Kampus Limo, Depok, pada Senin (1/12/2025).
Acara tersebut turut dihadiri tokoh dan akademisi disabilitas nasional, di antaranya aktivis disabilitas Angkie Yudistia, peneliti difabilitas Dr. Joko Yuwono dari Pusat Studi Difabilitas Universitas Sebelas Maret, serta dosen dan praktisi inklusi Dr. Muhammad Fauzi dari Universitas Esa Unggul.
Peresmian ULD ini menegaskan langkah UPNVJ menuju kampus inklusif. Unit baru tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi layanan, edukasi, pendampingan, hingga advokasi bagi mahasiswa disabilitas. Kehadirannya tidak hanya memenuhi regulasi nasional, tetapi juga menjadi wujud komitmen moral dan akademik universitas dalam memastikan aksesibilitas universal.
Sebagai program awal, ULD UPNVJ akan menjalankan berbagai layanan prioritas, mulai dari jalur penerimaan mahasiswa khusus penyandang disabilitas, pendampingan akademik yang memungkinkan penyesuaian metode evaluasi, pelatihan dosen mengenai pendekatan pembelajaran inklusif, hingga penyediaan infrastruktur ramah disabilitas seperti ruang kelas, fasilitas perpustakaan, dan akses mobilitas di area kampus.
Dalam sesi diskusi, Angkie Yudistia menekankan bahwa inklusi disabilitas harus dipahami sebagai gerakan nasional yang menuntut partisipasi generasi muda. “Anak muda punya peran strategis untuk mendorong perubahan dan memastikan ekosistem inklusif berjalan di ruang-ruang pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Joko Yuwono memaparkan pengalaman sejumlah perguruan tinggi dalam mengelola ULD, termasuk mekanisme penerimaan mahasiswa baru jalur disabilitas. Adapun Dr. Muhammad Fauzi menyoroti pentingnya teknologi pendukung pembelajaran serta pendekatan akademik yang lebih adaptif bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus.
Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, menegaskan bahwa ULD merupakan bagian dari transformasi kampus menuju perguruan tinggi yang humanis dan berkeadilan. “Peresmian ULD ini memperkuat visi UPNVJ sebagai perguruan tinggi yang berorientasi kebangsaan dan profesionalisme. Kami tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun ekosistem inklusif yang memberikan kesempatan adil bagi setiap mahasiswa,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan para ahli dan pegiat disabilitas akan terus diperluas melalui riset, pelatihan, dan program inovatif. “Ke depan, UPNVJ akan menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memanusiakan seluruh warganya,” tambahnya. (*)





