
Jakarta – Di tengah ketatnya persaingan kinerja perguruan tinggi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mencatatkan lonjakan prestasi. Kampus yang berada di Jakarta dan Depok ini resmi meraih predikat Unggul dalam Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) 2025, berdasarkan verifikasi dokumen kinerja kemahasiswaan tahun 2024.
Bagi perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa di atas 7.000 orang—yang tergabung dalam Klaster 1—ambang nilai minimal predikat Unggul ditetapkan pada 1.000 poin. UPNVJ bukan hanya melewati batas itu, tetapi juga mengokohkan posisinya sebagai salah satu kampus dengan tata kelola kemahasiswaan paling solid di tingkat nasional.
SIMKATMAWA mengukur tiga pilar besar, yakni Kelembagaan Kemahasiswaan, Kegiatan mandiri mahasiswa, termasuk rekognisi prestasi non-lomba, serta Partisipasi kampus dalam program Direktorat Belmawa.
Di ketiga aspek tersebut, laporan UPNVJ untuk tahun kegiatan 2024 disebut “komprehensif dan terverifikasi dengan baik”. Dokumen kegiatan mandiri mahasiswa—sering kali menjadi titik lemah banyak perguruan tinggi—menunjukkan peningkatan signifikan.
Pencapaian ini mempertegas arah penguatan basis data kemahasiswaan UPNVJ. Kampus tidak sekadar mencatat kegiatan, tetapi memastikan seluruh proses terdokumentasi rapi dan dapat diakses untuk kepentingan evaluasi nasional.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, dr. Ria Maria, menyebut predikat Unggul ini sebagai buah kerja kolektif yang berangkat dari satu hal: perhatian penuh pada mahasiswa.
“Kami kerahkan semua upaya untuk mendukung anak-anak mahasiswa kami. Fasilitas diberikan secara optimal, dari tahap persiapan hingga kegiatan selesai,” ujar Ria, Rabu, 26 November 2025.
Ia menambahkan, keberhasilan ini penting bukan hanya untuk penilaian formal, tetapi juga sebagai cerminan arah universitas dalam membangun ekosistem prestasi yang lebih terukur.
“Kebijakan kemahasiswaan yang inklusif telah membuahkan prestasi nyata. Ini memperkuat posisi UPNVJ sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada pengembangan manusia,” ucapnya.
Dengan capaian di atas 1.000 poin, UPNVJ kini berada di papan tertinggi penilaian SIMKATMAWA. Tantangannya, menurut Ria, adalah mempertahankan ritme dan kualitas dokumentasi yang konsisten setiap tahun.
Pihak universitas menargetkan agar predikat Unggul ini menjadi standar baru, bukan sekadar pencapaian satu kali. Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang makin menekankan akuntabilitas berbasis data, capaian UPNVJ menjadi contoh bagaimana tata kelola kemahasiswaan dapat menjadi ujung tombak reputasi institusi. (*)





