
Jumat pagi itu, 21 November 2025, kampus UPN Veteran Jakarta di Limo, Depok, tampak lebih riuh dari biasanya. Di tengah cuaca yang lengang, sejumlah tokoh masyarakat berdiri berjejer, menyaksikan Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus, meresmikan empat fasilitas baru yang digadang-gadang menjadi tulang punggung Gerakan Kampus Sehat. Apotek, daycare, gymnasium dan fitness center, serta fasilitas hidroterapi—semuanya dibuka dalam satu tarikan napas, memperlihatkan ambisi kampus yang sedang berlari cepat.
Fasilitas-fasilitas itu bukan sekadar bangunan. Ia adalah pernyataan arah baru. Di Apotek Bela Negara, mahasiswa Farmasi dan Profesi Apoteker kini punya “ruang praktik hidup”—tempat teori kuliah bertemu persoalan riil pelayanan obat. Etalase yang rapi dan layanan farmasi mutakhir disiapkan bukan hanya untuk sivitas, tapi juga warga sekitar kampus yang mulai berdatangan.
Di sisi lain, Daycare Bela Negara berdiri sebagai oase bagi para orang tua bekerja di lingkungan kampus. Dengan ruang laktasi, area bermain, dan CCTV 24 jam, layanan itu dirancang mengikuti standar kurikulum nasional. Tenaga pendidik profesional, ahli gizi, hingga nakes internal terlibat langsung, menjadikan kelas bayi di daycare ini cepat mendapat tempat di hati para orang tua muda UPNVJ.
Deru mesin strength machine dan aroma karet dari free weights mengisi Gymnasium dan Fitness Center yang kini menjadi rumah baru bagi para penggemar kebugaran kampus. Instruktur bersertifikat dan fisioterapis ikut siaga, bukan hanya melayani mahasiswa, tapi juga mendampingi atlet—termasuk Tim Nasional Hoki Indonesia. Kampus menyebutnya sebagai “laboratorium sport science berbasis bukti”—dan dari tampakannya, klaim itu tak berlebihan.
Namun sorotan hari itu jatuh pada satu fasilitas yang jarang ditemui di kampus mana pun di Indonesia: Hidroterapi dengan kolam air panas standar internasional. Fisioterapis bersertifikat mengelola sesi terapi muskuloskeletal hingga neurologi. Beberapa lansia pengguna, menurut laporan internal, merasakan peningkatan mobilitas dalam empat hingga enam sesi saja. “Ini fasilitas kampus, tapi manfaatnya jelas lintas usia,” ujar seorang warga yang hadir.
Prof. Anter Venus menyebut peresmian ini sebagai langkah strategis memperkuat identitas UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara yang “unggul, adaptif, sekaligus humanis”. Misinya bukan hanya meningkatkan kualitas belajar dan bekerja di lingkungan kampus, tapi juga memperluas layanan publik yang bermutu tinggi.
Dengan empat fasilitas yang kini beroperasi penuh, Kampus Limo tak sekadar memperluas fisik ruangnya. Kampus ini sedang menata ritme baru—di mana kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik bertemu dalam satu kawasan yang bergerak hidup





