
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) resmi menuntaskan Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) 2025 yang digelar dalam dua batch pada 3–7 November dan 10–14 November 2025 di Kampus Pondok Labu. Sebanyak 120 dosen dari berbagai fakultas mengikuti program yang berfokus pada penguatan kompetensi pedagogik dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Program ini merupakan hasil kerja sama UPNVJ dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yang menghadirkan mentor dari Direktorat Pelatihan, Asesmen, dan Sertifikasi UPI. Peserta dibekali keterampilan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis student-centered learning, termasuk integrasi teknologi pendidikan terbaru.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UPNVJ, Prof. Netty Herawati, menekankan pentingnya penerapan hasil pelatihan secara langsung dalam proses belajar mengajar.
“Kami ingin kompetensi yang diperoleh langsung diterapkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran,” ujar Prof. Netty. Ia menyebut program ini sejalan dengan visi UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum UPNVJ, Dr. Ahmad Ahsin Thohari, melakukan penandatanganan serta serah terima simbolis perjanjian kerja sama dengan UPI Bandung. Mentor utama UPI terdiri atas Dr. Lili Adi Wibowo, S.Pd., S.Sos., MM. dan Dr. Mario Emilzoli, M.Pd.
Program ini diikuti oleh dosen CPNS, PNS, dan ASN PPPK, dengan masing-masing batch berjumlah 60 peserta. Seluruh kegiatan berjalan lancar dan memperoleh respons positif, terutama terkait relevansi materi dan metode pelatihan yang aplikatif.
UPNVJ menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Pelaksanaan PEKERTI 2025 menjadi langkah konkret universitas dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan mendorong transformasi pendidikan tinggi agar lulusan semakin adaptif dan kompetitif di era global. (*)





