Minggu, 15 Maret 2026

UGM Luncurkan AI Center of Excellence, Dorong Lompatan Ekonomi Digital Indonesia 2030

By Edu Asia News November 17, 2025
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria ketika mengunjungi UGM. (Foto : Komdigi)

Universitas Gadjah Mada resmi menginisiasi pembentukan AI Center of Excellence (AI CoE) yang digadang menjadi motor riset nasional untuk mendukung akselerasi ekonomi digital Indonesia, yang nilainya diproyeksikan menembus USD 366 miliar pada 2030.

Kehadiran pusat riset kecerdasan artifisial ini dinilai menjadi fondasi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, melainkan mampu menciptakan inovasi strategis yang relevan bagi berbagai sektor—mulai dari layanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga industri.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa kolaborasi antara UGM dan Telkom Indonesia dalam pembentukan AI CoE menghadirkan model kerja sama yang dibutuhkan bangsa untuk memperkuat kapasitas riset dan menjawab tantangan nyata melalui pemanfaatan AI.

“Pembentukan AI Center of Excellence di Universitas Gadjah Mada ini salah satu bentuk kolaborasi yang kita harapkan. Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Telkom atas dukungannya,” ujar Nezar usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman di Kampus UGM, Sleman, Sabtu (15/11/2025).

 

AI CoE UGM ditargetkan menjadi pusat pembelajaran, pengembangan talenta, riset, serta penciptaan inovasi AI yang aplikatif. Peran ini dipandang krusial mengingat Indonesia diproyeksikan akan menjadi kontributor terbesar dalam ekonomi digital Asia Tenggara, yang diperkirakan mencapai USD 1 triliun pada 2030.

Indonesia sendiri diprediksi menyumbang 40 persen dari nilai tersebut, sehingga kapasitas riset dan inovasi menjadi kebutuhan mendesak.

“AI Center ini bisa menjadi pusat pembelajaran, riset, dan inovasi yang berguna. Kita butuh solusi berbasis artificial intelligence untuk mengatasi persoalan hari ini,” kata Nezar.

 

Nezar menegaskan Indonesia memiliki keunggulan demografis dan potensi teknologi yang besar, sehingga penguatan ekosistem riset dan inovasi melalui kerja sama perguruan tinggi dan industri menjadi langkah kunci menghadapi transformasi digital yang semakin pesat.

Pemerintah juga tengah memfinalisasi Peta Jalan Nasional Pengembangan AI serta Etika AI, yang saat ini dalam proses harmonisasi untuk ditetapkan sebagai Peraturan Presiden. Regulasi ini akan menjadi fondasi untuk pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI secara bertanggung jawab.

“Dua dokumen ini sedang dalam proses menjadi Peraturan Presiden,” ujar Nezar.

Pemerintah menegaskan bahwa investasi riset yang kuat—baik di kampus maupun industri—menjadi agenda strategis agar Indonesia mampu berdiri sebagai produsen inovasi, bukan sekadar pengguna teknologi global. (*)

By Edu Asia News November 17, 2025
Ads Square