Minggu, 15 Maret 2026

UNJ Kukuhkan Empat Guru Besar Baru, Perkuat Reputasi Akademik dan Komitmen Riset Berkelanjutan

By Edu Asia News November 12, 2025
Empat guru besar baru Universitas Negeri Jakarta seusai Sidang Terbuka Pengukuhan Guru Besar di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A Rawamangun, pada Selasa, 11 November 2025 . (Foto : Humas UNJ)

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menorehkan capaian penting dalam dunia akademik dengan mengukuhkan empat guru besar baru dalam Sidang Terbuka Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung khidmat di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A Rawamangun, Selasa (11/11/2025).

Empat profesor baru tersebut terdiri atas tiga akademisi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan satu dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH). Pengukuhan ini merupakan rangkaian keenam dalam agenda Pengukuhan Guru Besar UNJ Tahun 2025, setelah sebelumnya lima gelaran dilaksanakan pada Juni lalu.

Langkah ini semakin menegaskan komitmen UNJ untuk memperkuat tridarma perguruan tinggi melalui peningkatan kualitas dosen, produktivitas publikasi ilmiah, serta kontribusi riset yang berdampak bagi masyarakat nasional maupun global.

 

Empat guru besar dari FMIPA UNJ yang dikukuhkan yakni Prof. Bagus Sumargo, Guru Besar Ilmu Statistika Lingkungan, Prof. Dalia Sukmawati, Guru Besar Ilmu Mikrobiologi, serta Prof. Umiatin, Guru Besar Ilmu Fisika Instrumentasi Kesehatan. Sementara itu, dari FISH UNJ dikukuhkan Prof. Cahyadi Setiawan, Guru Besar Ilmu Geografi Tanah

 

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Bagus Sumargo mengusung tema “Integrasi Model Mental Persamaan Simultan dan Sistem Dinamik untuk Kompleksitas Pengelolaan Kesehatan Lingkungan.” Ia menekankan bahwa persoalan kesehatan lingkungan bersifat multidimensi dan membutuhkan pendekatan ilmiah yang holistik melalui integrasi model dinamik dan persamaan simultan.

Prof. Dalia Sukmawati menyampaikan orasi berjudul “Peluang Bioprospeksi Khamir Indonesia dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Bioindustri Berkelanjutan.” Ia menyoroti potensi besar khamir Indonesia untuk inovasi bioteknologi pangan, mulai dari peningkatan gizi hingga pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi.

Sementara itu, Prof. Cahyadi Setiawan mengangkat isu krusial dalam orasinya bertajuk “Penerapan Ilmu Geografi dalam Identifikasi Penurunan Muka Tanah di Jakarta.” Ia menegaskan bahwa penurunan tanah merupakan ancaman ekologis serius yang membutuhkan kebijakan berbasis data geospasial guna mencegah risiko jangka panjang, termasuk potensi tenggelamnya kawasan pesisir Ibu Kota.

Orasi terakhir disampaikan Prof. Umiatin melalui tema “Internet of Medical Things (IoMT) untuk Mendorong Layanan Kesehatan 4.0 di Indonesia.” Ia menampilkan sejumlah inovasi alat kesehatan hasil risetnya, seperti alat ukur tanda vital portabel, Anjungan Tes Kesehatan Mandiri (ATKM), dan smart antropometri untuk digitalisasi layanan Posyandu. Inovasi IoMT ini dinilai dapat menghadirkan layanan kesehatan yang lebih personal, prediktif, dan preventif.

Komitmen UNJ Tingkatkan Reputasi Global

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan kebanggaannya atas pengukuhan empat guru besar tersebut. “Dengan bertambahnya tiga guru besar dari FMIPA dan satu dari FISH, UNJ semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang bereputasi dan berdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini tidak hanya menjadi capaian akademik individu, tetapi juga mencerminkan budaya ilmiah UNJ yang terus berkembang menuju World Class University, melalui riset unggul, inovasi solutif, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ketua Senat Akademik UNJ, Prof. Ahman Sya, turut memberikan apresiasi tinggi. “Pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mempromosikan gagasan ilmiah yang bermanfaat bagi bangsa. Orasi ilmiah hari ini mencerminkan spirit inovasi, keberlanjutan, dan kepedulian sosial yang menjadi karakter keilmuan UNJ,” ujarnya.

By Edu Asia News November 12, 2025
Ads Square