
EduAsiaNews, Phnom Penh — Kamboja menorehkan babak baru dalam perjalanan ilmu pengetahuan dan inovasinya. Pada 27 Maret 2026, negara itu mengambil langkah signifikan menuju penguatan ekosistem inovasinya melalui pengoperasian mekanisme pendanaan riset nasional.
Menteri Industri, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi (MISTI) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Yayasan Riset Nasional, H.E. Hem Vanndy, menyatakan bahwa pembentukan Yayasan Riset Nasional merupakan tonggak bersejarah dalam memperkuat fondasi ekosistem inovasi Kamboja, dengan komitmen pemerintah untuk mendukung riset dan pengembangan secara transparan, berkelanjutan, dan efektif.
Pengumuman ini disampaikan dalam lokakarya teknis tentang mekanisme pendanaan riset tingkat nasional dan regional, yang diselenggarakan sebagai agenda sampingan Hari Sains, Teknologi, dan Inovasi Nasional 2026 di Phnom Penh.
Dr. Eng Netra, Direktur Eksekutif Cambodia Development Resource Institute (CDRI), mengungkapkan bahwa lembaganya telah memperoleh dukungan pendanaan tiga tahun dari Pemerintah Kanada untuk memberikan bantuan teknis kepada Yayasan Riset Nasional, guna memperkuat kapasitas peneliti dan lembaga riset, meningkatkan kemampuan penyerapan pembiayaan riset, serta mendorong pengambilan kebijakan berbasis bukti di Kamboja.
Dana Riset Nasional yang baru dibentuk ini akan mendukung lembaga riset publik dan swasta, mendorong pengembangan sumber daya manusia, serta memperkuat kerja sama demi mempercepat transisi Kamboja menuju ekonomi berbasis inovasi. (**)
(Sumber: Agence Kampuchea Presse (AKP), Cambodianess, Khmer Times, CNN, CBS News, Xinhua )






